Rabu, 03 Mei 2017

Resensi Akhlakku Akhlak al-Qur'an

Cover Buku

Judul Buku : Akhlakku Akhlak al-Qur'an
Kategori     : Nonfiksi
Penerbit     : Maghfirah Kids
Tebal buku : 48 halaman
Cetakan      : Pertama, September 2016


Siapa yang suka baca komik, tunjuk tangan? Saya! Saya! Hehehe ...

Buku berjudul Akhlakku Akhlak Al-Qur’an memang bukan sepenuhnya komik. Lebih tepat jika dibilang menyisipkan komik. Karena buku ini terdiri dari 11 Akhlak Terpuji yang dilengkapi contoh penerapannya; 11 Kisah Hikmah yang menceritakan kisah para nabi dan sahabatnya; serta 11 cerita seru seputar kehidupan Maghfi dan Fira.

Maghfi dan Fira di sini memang menjadi tokoh utama. Mereka adalah kakak beradik yang lahir di sebuah keluarga muslim. Nantinya, keseharian mereka akan diceritakan sesuai dengan tema bab perbab. Misalnya pada bab JUJUR, sebelumnya penulis membahas terlebih dahulu apa itu jujur dan seperti apa hadistnya.

Isi buku
Kemudian, setelah membahas pengertian jujur secara umum, penulis mulai memberikan contoh-contoh kejujuran dari kehidupan sehari-harinya Maghfi dan Fira. Nah, di sini Maghfi diceritakan hendak pergi ke rumah temannya untuk belajar bareng, tapi tiba-tiba ... Eitss, Maghfi malah kepergok berbohong. Lho, memang Maghfi berbohong apa? Ternyata diam-diam dia membawa bola untuk main. Wah ... wah ... dosa, lho bohong kepada orang tua. Bundanya sampai sedih tuh.

Cerita Maghfi dan Fira
Walaupun singkat, menurut saya pesan moralnya sudah cukup tersampaikan. Lagipula untuk anak-anak tidak perlu memberikan banyak pembahasan yang bertele-tele, yang akhirnya malah membuat anak kebingungan. Nah, setelah kisah Maghfi dan Fira, barulah buku Akhlakku Akhlak Al-Qur’an menampilkan komik!

Komik tentang para nabi, Rasul, dan sahabatnya

Seperti yang kita ketahui bahwa anak-anak senang membaca buku bergambar. Bahkan di usia sekolah dasar, anak cenderung sudah menyukai komik. Mungkin karena komik berisi gambar-gambar yang menarik dan berhasil memvisualisasikan cerita yang membuat imajinasi mereka semakin berkembang. Jadi, saya pikir penulis cukup pintar mengambil peluang apa yang disukai oleh anak-anak.

0 komentar:

Posting Komentar