Jumat, 08 Februari 2019

Berburu Hunian Milenial di Indonesia Properti Expo (IPEX) 2019

Ada yang bilang, anak milenial zaman sekarang lebih suka menghabiskan uang untuk traveling. Katanya lagi, biaya traveling ke luar negeri masih lebih murah dibandingkan uangnya ditabung, kemudian untuk beli rumah yang harganya ratusan juta. Ya iyalah atuh! Berapa lama sih biasanya kita traveling? Paling sekitar 3-7 hari. Sedangkan kalau beli rumah, bisa kita huni sampai jangka panjang. Sampai kita menikah, lalu punya anak dan cucu. Kalau dipikir-pikir tentu wajar dong harga rumah lebih mahal daripada biaya jalan-jalan?

Tapi kembali lagi ke pribadi masing-masing ya. Kalau menurut saya, milenial yang keren itu adalah orang yang pandai mengelola keuangan. Dia bisa membagi mana yang menjadi prioritas, kebutuhan, dan keinginan. Nah, saya sendiri sedang berusaha menerapkan itu nih. Karena, selain hobi jalan-jalan, dari dulu saya punya keinginan untuk punya rumah sendiri, terpisah dari orangtua. Tapi ya gitu ... selalu galau mau memulainya dari mana.

PAMERAN IPEX 2019
Mendengar kata “pameran”, kalian pasti setuju akan ada banyak instansi yang memamerkan produk-produk mereka. Yup, sesuai dengan namanya: Indonesia Properti Expo, produk yang mereka tawarkan berupa hunian tempat tinggal.

Jujur saja, saya antusias ketika dapat informasi ini di media sosial. Rasanya seperti dikasih angin segar. Terlebih lagi, pameran yang bertajuk “Pesta KPR BTN Anniversary” ini diadakan di JCC tepatnya di Hall A dan B. Walaupun lumayan jauh dari rumah, tapi masih terjangkau dengan bus transjakarta.

Berfoto di depan pintu masuk

Jadi, datanglah saya ke Indonesia Properti Expo 2019. Ternyata hari itu adalah hari kedua pameran dibuka, dan akan terus berlangsung dari tanggal 2-10 Februari 2019. Untuk tiket masuknya sendiri free alias tidak ada biaya. Kita tinggal mengisi identitas diri pada salah satu komputer di loket pendaftaran, lalu srettt ... keluarlah secarik kertas putih dengan nomor undian. Jangan dibuang ya kertasnya, dimasukkan saja ke box yang ada di sekitar pintu masuk Hall. Karena setiap pengunjung yang hadir dan memasukkan kertas undian, berkesempatan memenangkan 1 unit Daihatsu Ayla. Pemenang akan diundi setelah rangkaian pameran selesai.

Keramaian di IPEX 2019

Masuk ke dalam Hall B, saya langsung “diserbu” oleh sales-sales cantik dan tampan. Mereka tentu saja menawarkan produk hunian yang beraneka ragam, mulai dari apartemen sampai perumahan. Lokasi yang disuguhkan pun bermacam-macam, meski kebanyakan di kawasan Serpong dan Depok. Saya pribadi berharapnya menemukan lokasi yang tidak terlalu jauh dari Jakarta, bahkan kalau bisa masih bisa dijangkau dengan kendaraan bermotor. Makanya lebih tertarik mendengar penawaran perumahan di kawasan Depok.

Namun, kalian jangan khawatir karena khusus di bulan Februari 2019, pameran ini melibatkan 150 peserta developer dan menampilkan 600 proyek properti dengan pilihan harga mulai Rp 130 juta dengan jangka waktu kredit sampai 30 tahun. Nah, selaku salah satu sponsor, selama acara berlangsung, PT. Bank Tabungan Negara (BTN) juga memberikan beragam promosi khusus bagi masyarakat, di antaranya suku bunga KPR mulai 6,69% dan uang muka 1%.

Oh iya, tadi saya bilang “khusus di bulan Februari” artinya pameran IPEX akan ada lagi, lho.  yaitu pada bulan Juli dan November 2019. Jadi, kalaupun memang dari ratusan properti yang ditawarkan sekarang belum ada yang nyantol, kalian bisa bersiap-siap untuk ikut IPEX berikutnya. Tapi mumpung masih ada sisa beberapa hari, mending datang ke Indonesia Properti Expo yang sekarang dulu, yuk.

Jangan takut merasa bosan. Karena selain pameran properti, di sini juga ada beberapa acara untuk meramaikan event pameran, seperti; seminar talkshow berkaitan milineal dan property financial planner, Blogger competition modern minimalis living, Talkshow Fengshui, IG Photo Contest, Lomba Menggambar dan mewarnai tingkat anak-anak, Atraksi barongsai, opera Anak dan beberapa live music.

DEKORASI RUMAH YANG INSTAGRAMABLE
Nah, salah satu talkshow yang kebetulan saya ikuti siang itu, Modern Minimalist Living. Tema kekinian yang sayang kalau dilewati. Bersama dua pembicara, yaitu Mbak Adelya dan Mbak Irma, pengunjung diberikan tips and trik yang ciamik. Saya pun langsung ambil tempat duduk paling depan agar lebih fokus.

Para pembicara

Dimulai dari Mbak Adelya, materi yang disampaikan, yaitu pemilihan tema dekorasi rumah yang terinspirasi dari media sosial.

Setidaknya ada empat tema yang disebutkan Mbak Adel, “Minimalis, Japanese, Boho/Bohemian, Industrial.”

•  Minimalis: Tema yang dipakai untuk menggambarkan ruangan yang sederhana dan bersih. Tema minimalis cenderung tidak memiliki dekorasi.
•  Japanese: Menggambarkan kesan minimalis sekaligus kecanggihan, seperti desain interior Jepang. Warna dinding yang biasa dipakai putih, krem, dan cokelat muda.
•  Boho/Bohemian: Tema ini biasanya dipakai apabila ingin rumah terasa ceria, riang, dan lebih hidup. Umumnya, tema Boho meletakkan beberapa tanaman sebagai hiasan. Ditambah warna dinding yang lebih variasi, yaitu putih, krem, cokelat muda, abu-abu, dan hitam.
•  Industrial: Tema ini mengacu pada tren pabrik-pabrik industri, sehingga kebanyakan yang menyukai adalah laki-laki. Lalu, dikarenakan dekorasi yang padat, maka warna dinding umumnya putih, abu-abu, dan hitam.

Mbak Irma saat menjelaskan materi

Kemudian, masuk ke sesi kedua, Mbak Irma dengan materi Mengabadikan Dekorasi Rumah Agar Instagramable. Sesi ini cukup menarik karena pastinya zaman milenial suka banget posting-posting di instagram. Tapi kalau dekorasi rumah kita kok sepertinya begitu-begitu saja, nggak ada bagus-bagusnya, gimana dong? Berikut tipsnya:

•  Tegak lurus. Dalam pengambilan angle sebuah objek jangan miring-miring.
•  Multiple Angle. Ambil beberapa gambar dari sudut pandang yang berbeda-beda, sehingga kita tidak perlu susah payah mengulang lagi kalau ada gambar yang kurang pas.
•  Buat soft texture. Maksudnya, jika kita mau memotret tempat tidur, jangan biarkan kasur kosong melompong. Tapi tambahkan bantal, selimut, atau atribut lain yang menimbulkan kesan nyaman dari kasur itu.
• Natural light. Secanggih-canggihnya lighting buatan, usahakan pakai lighting alami. Yaitu, cahaya yang masuk dari jendela yang terbuka. Pantulkan cahaya tersebut dengan cermin agar ruangan menjadi lebih terang.

Secara keseluruhan, berbagai tips dan trik yang dipaparkan kedua pembicara tersebut cukup mudah untuk diterapkan. Saya jadi nggak sabar untuk pulang dan mencobanya. Tapi sebelum itu, saya harus puas-puasin keliling-keliling dulu. Borong brosur!

1 komentar:

Seftina Qurniawati mengatakan...

Duh mba murah banget cuma 130jt bunganya dibawah 7% lagi, andai di Bali ada yang harga segitu langsung beli aku hahaha

Posting Komentar